Penulis :
Debbie
Penerbit :
PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan :
Pertama, Mei 2010
:
Kedua, Agustus 2010
:
Ketiga, Januari 2011
:
Keempat, Juli 2011
:
Kelima, Januari 2012
Tebal :
240 halaman
Ukuran Buku : 20
cm
Jenis Kertas :
HVS Buram
Nomor ISBN :
978-979-22-5709-0
Harga : 37.500
“ IT’S NOT ABOUT HOW MUCH LOVE WE HAVE IN
THE BEGINNING. IT IS ABOUT HOW MUCH LOVE WE BUILD TILL THE END…..”
Kali
ini Debby kembali setelah Novel Pertamanya yaitu Not Just a Fairy Tale, novel keduanya ini berjudul Honey
Money. Di novel Honey Money pembaca akan dibawa ke suasana yang
menyenangkan, mengasikkan, dan mengharukan ala Remaja SMA. Di novel ini Debby
mencoba mengajarkan pembaca lewat tulisannya untuk mencintai seseorang secara
tulus, bukan karena Money yang ada didalam judul novel ini.
Honey Money menceritakan tentang Prity Diana yang sering dipanggil Dee yang mengatakan
bahwa “Gue mau cari cowok tajir!” karena
Dee bosan setelah pacaran dengan Elbert, tipe cowok baik-baik—pinter, rajin,
jarang keluar—dan yang tak punya kendaraan sendiri. Nah, setelah Elbert lulus
dan kuliah di Yogyakarta, saatnya Dee bebas, dan memulai ‘pencarian cowok
tajir’-nya.Dee berkenalan dengan cowok bernama Rendy saat pesta ulang tahun Ane,
sepupu Ane ini memenuhi kriteria Dee: ganteng, pendidikan ‘bagus’ (kuliah di UI
yang pasti mahal), punya mobil Altis, lulusan SMA Cahaya Harapan yang terkenal
dengan murid-muridnya yang berdompet tebal. Dari situ bisa disimpulkan, Rendy
sangat kaya raya.
Nasib baik untuk Dee karena hubungannya dengan
Rendy tidak berhenti samapi pesta selesai. Rendy datang ke sekolahnya untuk
menonton Permata Cup, sering mengajaknya jalan-jalan, hingga suatu hari Rendy
mengganti panggilan ‘gue-elo’ dengan ‘aku-kamu’—yang pasti bikin cewek manapun
berharap lebih. Akhirnya, ia resmi menjadi pacarnya Rendy, dan juga berkenalan
dengan keluarganya. Lama kelamaan, Dee mulai merasakan, bahwa cintanya untuk
Rendy adalah tulus. Mengesampingkan fakta bahwa cowok itu tajir, seperti
kriteria yang diinginkannya selama ini, Dee perlahan menyayangi cowok itu.
Sesuatu
terjadi pada hidup Dee yang (hampir) berjalan baik. ia harus dihempaskan ke
tanah saat dihadapi pada sebuah kenyataan tentang Rendy, yang perlahan-lahan
menghapus kebahagiannya, menghancurkan mimpi-mimpi indah yang mengisi
hari-harinya belakangan.
Dee harus
bertahan, mempercayai Rendy sepenuhnya. Apalagi ketika dirasanya, cintanya
untuk Rendy sudah tumbuh dan membesar dengan tulus, mengesampingkan mimpi Dee
berpacaran dengan cowok tajir. Tapi
ketika akhirnya pertahanan itu goyah dan mulai retak, apakah itu berarti Dee
memang harus berpaling kepada yang lain? Apakah itu Stefan, teman kecilnya yang
memang menaruh hati padanya itu?
Dee mencoba menyayangi sahabat sejak
kecilnya Stefan. Stefan memfitnah Rendy hanya karena Stefan menginginkan Harta
Dee, padahal sebenarnya Rendy sayang dengan Dee sama seperti Dee menyayanginya.
Dan saat malam Natal, Mereka pun jadian
dan bertemu di Singapura tempat Dee bersekolah.
Novel ini dapat mengajarkan kepada kita arti
sebuah ketulusan dalam cinta, untuk selalu percaya pada hati kita, dan untuk
mempertahankan apa yang memang harus dipertahankan. Novel ini juga mengajarkan
tentang arti sebuah persahabatan, dimana sahabat Dee selalu ada untuk Dee dalam
keadaan apapun.
Salah
satu kutipan yang ada dalam Honey Money
yang sangat memberikan motivasi bagi pembacanya adalah:
“MENARI DALAM HUJAN” Jangan menyerah pada keadaan! Hidup bukanlah
duduk mengeluh, menunggu badai mereda. Hidup adalah belajar menari dalam hujan!
Manfaatkan setiap kesempatan yang ada. Aktiflah dalam semua kegiatanmu. Jangan
lupa berdoa dan perg ke tempat ibadah. Tersenyumlah lebar-lebar hingga pipimu
sakit. Peluklah sahabat-sahabatmu, dan berikan ciuman kepada keluargamu. Tertawakanlah
dirimu sendiri. Syukuri dan rayakanlah setiap hal kecil dalam hidupmu. Yakinlah
bahwa segala sesuatu akan indah pada waktunya! Dan yang terpenting, nikmati
setiap moment yang kau jalani. Hidup ini terlalu singkat untuk dijalani dengan
murung!
Hal
lain yang menarik dalam novel ini adalah Debbie benar- benar membuat pembaca
tidak akan pernah menyangka apa yang akan terjadi pada halaman berikutnya. pembaca benar-benar dibawa kepada
kehidupan Dee setelah ia menemui rintangan. Bagaimana jatuh bangunnya Dee,
bagaimana ia menata kembali pikiran dan perasaannya setelah semua yang
menimpanya, setelah kejutan beruntun yang juga datang dari pihak keluarganya.
Debbie membuka mata kita bahwa uang tidak selalu membawa kebahagiaan.
Terlepas
dari banyaknya kesalahan dalam penulisan (typo) dan juga tulisan yang terlalu
kecil, novel ini membuat kita untuk cepat- cepat menghabiskan isi novel ini.
Novel ini sangat amat saya rekomendasikan untuk para Remaja J selain
memberikan berbagai pelajaran, dalam novel ini juga banyak mengambil dari
kehidupan kita sehari- hari J
Sekilas Tentang Penulis

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jangan jadi silent rider yaaa~ XD tinggalkan komentarmu, gomawo ^^