Total Tayangan Halaman

Selasa, 24 Desember 2013

Galau segalau- galaunya rumput galau.

Saat hujan datang, saat itulah pikiran gue untuk menulis akan mengalir dengan sendirinya. Tulisan gue nggak akan berkisar jauh- jauh dari apa yang gue pikirin kok. Dan sekarang topiknya adalah:
I WANNA BE A DOCTOR. QUE SERA- SERA?
Apa yang gue tulis didalam blog ini adalah apa yang bener- bener gue rasain selama ini. Mungkin kalau kalian baca ini kalian bakal terenyuh hatinya. Atau mungkin enggak? Yaudahlahya. Belakangan ini selama UAS gue selalu nonton DVD Korea yang emang bener- bener moodboster gue ketika gue jenuh. Ada satu film yang ngebuat gue……. Kaya semacam tamparan yang bertubi- tubi gitu. Apa, ya? Ya kaya….. gini.
            Sejak kecil gue  kalau ditanya mau jadi apa, dengan lantang gue akan bilang, “DOKTER!” dan dengan semangat pula saudara- saudara gue dan orang tua gue bilang amin dan nyuruh gue untuk jadi anak yang pinter. Day by day gue tumbuh jadi anak perempuan yang kepinterannya biasa- biasa aja, tapi sejak SMP gue selalu ikut PMR. Kalau lu tau, PMR semacam ekstrakulikuler yang kerjanya simulasi nolongin orang gitu, intinya bidang humanity and medical deh. Gue nggak tahu kenapa gue bisa terjerumus ke dunia medical ini yang menurut orang- orang masih ecek- ecek. Masuk SMA ternyata gue masih pengen ngelanjutin PMR gue, dan terlebih lagi gue masuk kedalam Organisasi yang juga berhubungan dengan bidang kemanusiaan. Dari sana gue banyak belajar tentang apa arti menolong orang, mana yang sakit dan harus ditolong, mana yang bukan dan tetap dihormati. Gue juga pada akhirnya mengerti bahwa menolong orang bukan Cuma soal ketika dia tergores dan berdarah, tapi ada hati yang kasat mata yang bisa di obtain, bukan dengan obat. Sebenernya gue juga udah ngerti bahwa gue nggak akan ngeberatin biaya kuliah gue, karena gue ngerasa gue udah terlalu nyusahin mereka dan kalau gue ngerengek kuliah Dokter gue ngerasa nggak punya hati. Gue memang manja, gue emang nyebelin, tapi untuk orang tua gue, gue nggak akan main- main. Makin hari gue menghilangkan harapan gue untuk kuliah fakultas tersebut. Pasti kalian bakal nyangka kalau satu- satunya alasan untuk gue ngelakuin ini adalah orang tua gue. Gue jawab, aniya. Iie. No. gue ngerasa kemampuan gue dalam keterampilan udah cukup, tapi dokter bukan mesin bedah tanpa teori. Semenjak masuk SMA, gue nggak pernah dapet nilai bagus dalam pelajaran Biologi, sampai gue masuk ke kelas XI IPA. Gue baru nemuin bakat tersembunyi gue itu, iya, gue suka belajar biologi. Dan dengan kerja keras gue, nilai Biologi merupakan nilai tertinggi dalam rapot gue. Gue sangat berterima kasih kepada guru Biologi gue itu (Ibu Syafinar, Terima Kasih atas satu tahun yang menyenangkan dan mendebarkan. J ) yang telah menyadarkan gue kembali akan mimpi yang belum telat untuk gue perjuangkan. Gue, menemukan semangat hidup gue kembali. Setelah kelas XII gue dengan bodohnya, melupakan impian gue itu. Nilai Biologi gue ancur- seancur-ancurnya aspal ancur. Gue nggak akan nyalahin gurunya, tapi, ini emang salah gue. jalmothesseumnida L karena nggak belajar sendiri dengan giat. Gue yakin banget nilai Biologi gue akan menurun dan secara nggak langsung akan menurunkan persentasi gue untuk masuk Fakultas Kedokteran. Gue sedih banget. Bagi yang tahu dan mengenal gue, mungkin, saat gue dapet nilai Biologi jelek gue akan bilang. “Gapapa elah, danta emang sih, tapi gapapa.” Dan teman- teman guepun akan berlaku seperti itu. Tapi, saat gue sendiri gue akan merutuki diri gue sendiri karena kebegoan gue. Babo. Gue. Bener- bener nggak tahu apa yang harus gue lakuin di masa depan. Saat teman- teman gue bilang dengan bangganya akan amsuk fakultas yang berkaitan dengan kesehatan apapun itu. Gue mulai bertanya. Apa motivasi dia masuk fakultas tersebut?
            Gue yakin yang masuk fakultas Kedokteran tanpa ada dasarnya atau fakultas kesehatan lainnya tanpa dasar apalagi Cuma ikut- ikutan apalagi buat terlihat keren. Gue akan bilang. Sumpah. Lo. Nggak. Keren. Banget. Fakultas yang lo masukin itu bukan ilmu kira- kira kayak kalau elo nyampurin larutan HCl dan teman- temannya. Fakultas yang lo masukin itu bukan tentang gimana electron dan proton bisa berpindah kalau kena listrik dan semacamnya. Fakultas yang lo masukin itu bukan tentang ilmu pasti yang kalau 3 tambah 3 ya pasti 6. Fakultas yang lo masukin adalah sebuah fakultas yang berkaitan dengan nyawa manusia. Nyawa cong. Nyawa yang nggak bisa lo dapetin di Mall terbesar seAsia Tenggara sekalipun. Jadi, gue pesen banget buat kalian, yang mau masuk fakultas Kedokteran, plis, Tanya dulu ke hati kalian, untuk apa kalian menjadi dokter? Saat lo Tanya ke gue, “Buat apa lo jadi dokter? Emang lo mau ngapain?” Gue akan bilang. Gue nggak mau ngeliat orang yang gue sayang pergi. Hampir satu tahun yang lalu, gue punya keponakan, namanya Almh. Wafa Jasmine Alfiyyah. Belum genap satu tahun dan dia sakit. Gue nyesel banget karena datang di saat kondisi dia udah parah banget, gue nyesek lihat adek gue yang masih kecil itu tubuhnya dipenuhi selang- selang dan layar yang menunjukkan kalau dia lemah banget. Pada akhirnya gue harus merelakan dia balik ke Allah SWT. Beberapa bulan yang lalu salah satu keponakan gue ada yang sakit. Nggak jauh beda. Dia masih kecil juga. Nggak parah sakitnya Cuma dengan sendirinya gue nangis karena gue inget Wafa. Kalau kalian liat tulisan gue paling atas, ini emang ada hubungannya dengan Drama yang gue Tonton. Kalian bisa beli DVDnya atau search di Youtube drama judulnya. “Good Doctor” inti ceritanya adalah tentang laki- laki penyandang Autisme yang berjuang untuk menjadi Dokter. Dan yang paling bikin gue nyess adalah, ini bercerita tentang Depatemen Dokter Bedah Anak. Gue nggak pernah niat jadi dokter bedah anak tapi jalan cerita ini mengajarkan gue banyak hal tiap episodenya. Gue inget apa yang Profesor Kim Do Han bilang ke salah satu anak tentang impian, “Aku tahu bahwa kamu sudah mempunyai hal pertama yang baik, tapi setelah ini aku berharap kamu menemukan hal pertama yang lain. Hal pertama yang baik akan membuat mimpimu menjadi kenyataan, tapi masih ada banyak mimpi yang bisa kau raih. Layaknya kamu tidur setiap hari, kamu akan terus mendapatkan mimpi yang berbeda.”  Ini baru namanya tamparan. HAHA -_-. Gue tahu bahwa mimpi gue ini nggak bisa gue lupakan karena satu dan lain hal, dan gue memutuskan untuk mempunyai impian lain yang gue jamin gue tetap bahagia dengan mimpi gue itu. Karena bagaimanapun hidup harus mempunyai plan B. Gue berjanji akan terus menolong orang dengan jalan yang bisa gue lalui, karena menolong bukan hanya bisa dilakukan oleh satu profesi, tapi semua profesi. Seperti kata Dr. Han Ji Wook “Cinta yang menyakitkan tetap akan menjadi Cinta.” Ya, gue tahu gue sangat amat cinta dengan dunia kedokteran walaupun menyakitkan, tapi gue tetep cinta. Gue akan terus berdiri dan berlari menggapai mimpi gue apapun itu, and happily ever after. Mamah, Papah, Maaf ya. Mianhe. Gomenansai. Karena Cuma bisa ngerepotin kalian. Jeongmal mianhe.
“Terima kasih telah percaya kepada ku karena kepercayaanlah yang akan membuat ku yakin dan membuat hatiku penuh. Hatiku akan penuh jika diisi dengan kepercayaan karena ia tidak akan pergi, tidak seperti saat kamu mengisi hatimu dengan udara, sssingg- sssingg ia secara perlahan akan pergi.” – Dr. Park Shi On, Good Doctor
Kamsahamnida, Eomma, Abeoji, Oppa.
Saranghae.

“ Dari pengalamanku, kupikir cinta adalah penghilang rasa sakit yang sempurna, tapi ternyata juga menyakitkan. Cinta biasa dan cinta yang meyakitkan adalah dua jenis obat yang berbeda. Cinta biasa adalah penghilang rasa sakit. Tapi cinta yang mneyakitkan adalah disinfektan, awalnya benar- benar menyakitkan. Tapi kemudian bisa menyembuhkan luka dengan baik. Pada akhirnya cinta yang menyakitkan juga menyembuhkan. Jadi, walaupun menyakitkan, kertakkan gigumu dan bertahan.” – Dr. Han Ji Wook, Good Doctor. 

Dear kamu yang tidak sampai 500 hari bersama ku

Dear Kamu yang tidak sampai 500 hari bersamaku.

            Apa kabar? Gue berharap banget lo masih dalam perlindungan Allah SWT.
Saat gue nulis ini keadaannya Hujan. Entah kenapa pikiran gue kalau hujan selalu inget kenangan kita yang entah kenapa juga banyak terjadi saat hujan. Actually, gue kangeenn banget sama lo. Gue pengeenn banget kita kaya dulu lagi. Tapi, entah kenapa juga, kita emang nggak bisa kaya dulu lagi. Sekarang kita udah bukan kita, elo tepatnya, udah dewasa, dan berbeda dengan gue yang masih menjadi anak- anak. Ketika gue berfikir lagi, kenapa gue jauhin lo, ya? Apa ini udah bener? Apa gue nggak akan nyesel? Dan semua jawabn gue adalah…. Gue nggak bener jauhin lo. Gue salah jauhin lo. Gue, nyesel. Tapi… emang ini yang harus gue lakuin. Awalnya gue berfikir ini untuk kebaikan kita berdua, tepatnya kebaikan lo, tapi pas gue lagi nonton film Korea ada satu kata- kata dia yang ngebuat gue kaya kesamber geledeg -_- dia bilang gini “Kalau kau meninggalkan orang yang kau sayangi dengan alasan demi kebaikanmu atau kebaikannya, itu bukan demi kebaikan kalian. Tapi karena salah satu dari kalian tidak cukup saling mencintai.” HAAAAAAAA IYAAAA GUE KURANG BANGET MENCINTAI LOO IYAAAAA KURANG BANGEEETTT!!! L MAAAFFF! Gue ngerasa.. iya gue kurang banget mencintai lo atau emang kita berbeda…. Gue nggak nyalahin perbedaan itu, tapi…. Do you know about my feel? Saat lo bilang kalau lo berubah saat ada gue, gue seneng…. Seneng banget… gue ngerasa…. Gue ngerasa kaya punya seorang adik yang gue bimbing cara berjalannya dan sekarang udah bisa jalan dan gue akan selalu dampingin lo. Itu yang gue rasain. But, Finally, gue sadar… Saat seorang kakak yang selalu pingin ngelindungin adiknya, ada saatnya dia akan pergi, entah itu adiknya yang akan pergi atau kakaknya yang akan pergi. And then, beginilah kita, bukan lo yang pergi. Bukan lo yang pergi dari hati gue. Tapi gue yang pergi. Gue yang pergi dari hati lo. Gue yang masih anak- anak ini nggak tahan dengan segala hal yang gue simpen dan akhirnya sekarang meledak dan… lo tetep nggak mau ngerti. Sekarang gue akan mengeluarkan unek- unek gue. (tulisan dibawah ini akan mengandung unsur sedih dan menyedihkan dan tidak patut dibaca anak- anak. Please jangan salahkan gue untuk apa yang gue tulis)

            HAAAA GUE CEMBURU HAAA!! LO NGGAK NYADAR APA SIH GUE CEMBURU NJIRRRRRRRRR LO PIKIR SEMUA KECEMBURUAN GUE MAIN- MAIN HAA?!! GUE BENERAN CEMBURUUU!!!! NYADAR APA NYADAR!! LO NGGAK NYADAR- NYADAR!! TERUS? GUE HARUS DIEM? DIEM MULU SAMPAI KAPAAAANNN?! EMANG GUE ROBOT, HAH?!!! LO PERNAH NGGAK SEDIKIT AJA NGEBALES PERASAAN GUE SEDIKIT AJAAAAAAAAAAA!!!!!! GUE CEWEK YOU KNOW? CAPEK TAU CAPEEEKKKKKKKKK.  SAAT LO BUTUH GUE, GUE SELALU ADA! GUE SELALU BELA- BELAIN! APAPUN YANG LO MAU GUE KASIH NJIR! GUE? GUE? GUE SAMPE NANGIS NANGIS AJA LO NGGAK KASIH APA YANG GUE MINTA. EMANG GUE MINTA APASIH? EMANG GUE MINTA EMAS, HA?! GUE CUMA MINTA LO TEMENIN DOANG AJA GITU! SAKIT EH! GUE JUGA BUKAN CEWEK YANG MATREEE!!!!!!!!!!!!!!!! NYADAR!!!!!!!!!!!!!!!!!! APAKAH LO TAU BERAPA BANYAK YANG MENCELA LO DAN APA LO TAU BERAPA BANYAK GUE NGEBELA LO, HA?!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! TAPI ELONYA NGGAK PERNAH NYADAR!!!! BUKANNYA GUE NGGAK IKHLAS TAPI DENGAN SIKAP LO YANG KAYA GITU MAKIN BANYAK YANG MENCELA LO. LO PIKIR SATU MULUT BAKALAN MENANG SAMA 100 BAHKAN 1000 MULUT? EMANG MULUT GUE MAU BERBUSA?!!!! IYA GUE AKUI GUE SAYANG SAMA LO IYA SAYANG BANGET TAPI NGGAK BEGINI AAAAAHHHH SAKITTTTTTTTTTT.
            Err… udah ya capslocknya. Capek. Secapek hati gue HAHA -_- itu yang ngetik diatas adalah sisi devil gue, dan gue bukan tipe orang yang mengikuti sisi devil kok. Sekarang, udah ikhlas kok, udah rela. Udah nggak mau mempermasalahkan yang udah- udah. Emang harus ada yang berkorban, kan? Tapi udah ya berkorbannya. Nggak mau terus- terusan jadi lilin yang menerangi lo tapi guenya mati secara perlahan.  Seperti yang udah gue tulis di atas. Kaki aja ya yang selalu bersama aja jalannya beda- beda. Nggak normal deh kalau jalannya sama. Gue bersyukur ketemu lo dihidup gue, gue bersyukur karena kita bisa jadi suatu partner yang baik dan kompak. Makasih atas masa- masa SMA yang udah lo kasih ke gue ini berharga banget. Kenangan yang nggak bakal dan gue nggak mau lupain. MAKASIH BANGET! J sekarang, apapun jalannya, bahagia, ya. Gue sayang banget sama lo. Emang sayang gue selalu bertepuk sebelah tangan. L Sempga pacar lo yang sekarang menyayangi lo seperti yang lo mau, atau pacar selanjutnya juga. you just know that I love you so much! Lebih dari itu, I care you so much! Lebih dari itu… take care! :*
            Ah! Satu lagi. HAPPY BIRTHDAY! LONGLIFE AND HAPPYLY EVER AFTER, PLEASE!

Sincerely,
Bih.
Your Lovely Bih.

Calonmu yang nggak akan melepas kata calon.