Total Tayangan Halaman

Sabtu, 23 Juni 2012

Honey Money - Debbie


Judul                     : Honey Money
Penulis                  : Debbie
Penerbit                : PT Gramedia Pustaka Utama       
Cetakan                : Pertama, Mei 2010
                             : Kedua, Agustus 2010
                             : Ketiga, Januari 2011
                             : Keempat, Juli 2011
                             : Kelima, Januari 2012
Tebal                    : 240 halaman
Ukuran Buku        : 20 cm
Jenis Kertas          : HVS Buram
Nomor ISBN       : 978-979-22-5709-0
Harga                   : 37.500

“ IT’S NOT ABOUT HOW MUCH LOVE WE HAVE IN THE BEGINNING. IT IS ABOUT HOW MUCH LOVE WE BUILD TILL THE END…..”
Kali ini Debby kembali setelah Novel Pertamanya yaitu Not Just a Fairy Tale, novel keduanya ini berjudul Honey Money. Di novel Honey Money pembaca akan dibawa ke suasana yang menyenangkan, mengasikkan, dan mengharukan ala Remaja SMA. Di novel ini Debby mencoba mengajarkan pembaca lewat tulisannya untuk mencintai seseorang secara tulus, bukan karena Money yang ada didalam judul novel ini.

          Honey Money menceritakan tentang Prity Diana yang sering dipanggil Dee yang mengatakan bahwa “Gue mau cari cowok tajir!” karena Dee bosan setelah pacaran dengan Elbert, tipe cowok baik-baik—pinter, rajin, jarang keluar—dan yang tak punya kendaraan sendiri. Nah, setelah Elbert lulus dan kuliah di Yogyakarta, saatnya Dee bebas, dan memulai ‘pencarian cowok tajir’-nya.Dee berkenalan dengan cowok bernama Rendy saat pesta ulang tahun Ane, sepupu Ane ini memenuhi kriteria Dee: ganteng, pendidikan ‘bagus’ (kuliah di UI yang pasti mahal), punya mobil Altis, lulusan SMA Cahaya Harapan yang terkenal dengan murid-muridnya yang berdompet tebal. Dari situ bisa disimpulkan, Rendy sangat kaya raya.

          Nasib baik untuk Dee karena hubungannya dengan Rendy tidak berhenti samapi pesta selesai. Rendy datang ke sekolahnya untuk menonton Permata Cup, sering mengajaknya jalan-jalan, hingga suatu hari Rendy mengganti panggilan ‘gue-elo’ dengan ‘aku-kamu’—yang pasti bikin cewek manapun berharap lebih. Akhirnya, ia resmi menjadi pacarnya Rendy, dan juga berkenalan dengan keluarganya. Lama kelamaan, Dee mulai merasakan, bahwa cintanya untuk Rendy adalah tulus. Mengesampingkan fakta bahwa cowok itu tajir, seperti kriteria yang diinginkannya selama ini, Dee perlahan menyayangi cowok itu.

Sesuatu terjadi pada hidup Dee yang (hampir) berjalan baik. ia harus dihempaskan ke tanah saat dihadapi pada sebuah kenyataan tentang Rendy, yang perlahan-lahan menghapus kebahagiannya, menghancurkan mimpi-mimpi indah yang mengisi hari-harinya belakangan.

Dee harus bertahan, mempercayai Rendy sepenuhnya. Apalagi ketika dirasanya, cintanya untuk Rendy sudah tumbuh dan membesar dengan tulus, mengesampingkan mimpi Dee berpacaran dengan cowok tajir. Tapi ketika akhirnya pertahanan itu goyah dan mulai retak, apakah itu berarti Dee memang harus berpaling kepada yang lain? Apakah itu Stefan, teman kecilnya yang memang menaruh hati padanya itu?

            Dee mencoba menyayangi sahabat sejak kecilnya Stefan. Stefan memfitnah Rendy hanya karena Stefan menginginkan Harta Dee, padahal sebenarnya Rendy sayang dengan Dee sama seperti Dee menyayanginya. Dan saat malam Natal,  Mereka pun jadian dan bertemu di Singapura tempat Dee bersekolah.

Novel ini dapat mengajarkan kepada kita arti sebuah ketulusan dalam cinta, untuk selalu percaya pada hati kita, dan untuk mempertahankan apa yang memang harus dipertahankan. Novel ini juga mengajarkan tentang arti sebuah persahabatan, dimana sahabat Dee selalu ada untuk Dee dalam keadaan apapun.
Salah satu kutipan yang ada dalam Honey Money yang sangat memberikan motivasi bagi pembacanya adalah:

 “MENARI DALAM HUJAN”  Jangan menyerah pada keadaan! Hidup bukanlah duduk mengeluh, menunggu badai mereda. Hidup adalah belajar menari dalam hujan! Manfaatkan setiap kesempatan yang ada. Aktiflah dalam semua kegiatanmu. Jangan lupa berdoa dan perg ke tempat ibadah. Tersenyumlah lebar-lebar hingga pipimu sakit. Peluklah sahabat-sahabatmu, dan berikan ciuman kepada keluargamu. Tertawakanlah dirimu sendiri. Syukuri dan rayakanlah setiap hal kecil dalam hidupmu. Yakinlah bahwa segala sesuatu akan indah pada waktunya! Dan yang terpenting, nikmati setiap moment yang kau jalani. Hidup ini terlalu singkat untuk dijalani dengan murung!

            Hal lain yang menarik dalam novel ini adalah Debbie benar- benar membuat pembaca tidak akan pernah menyangka apa yang akan terjadi pada halaman berikutnya. pembaca benar-benar dibawa kepada kehidupan Dee setelah ia menemui rintangan. Bagaimana jatuh bangunnya Dee, bagaimana ia menata kembali pikiran dan perasaannya setelah semua yang menimpanya, setelah kejutan beruntun yang juga datang dari pihak keluarganya. Debbie membuka mata kita bahwa uang tidak selalu membawa kebahagiaan.  

          Terlepas dari banyaknya kesalahan dalam penulisan (typo) dan juga tulisan yang terlalu kecil, novel ini membuat kita untuk cepat- cepat menghabiskan isi novel ini. Novel ini sangat amat saya rekomendasikan untuk para Remaja J selain memberikan berbagai pelajaran, dalam novel ini juga banyak mengambil dari kehidupan kita sehari- hari J


Sekilas Tentang Penulis

 
Debbie baru kelas satu SMA saat dia menulis novel pertamanya. Dan sekarang, dia sedang menimba ilmu di Universitas Tarumanegara. Dikelilingi oleh keluarga besar dan sahabat-sahabatnya, hidup gadis kelahiran 15 Mei 1989 ini selalu dipenuhi cinta. Passion hidup Debbie adalah belanja, berburu barang murah, makan martabak keju, pai buah, dan frappucino Starbucks tanpa merasa bersalah, menyanyi dan menari walau belum tentu bagus, serta berkumpul dengan teman-teman dan saudara-saudaranya. Terutama dari Komosi Remaja GKI Muara Karang. Ia juga masih gemar bermain gitar, kecuali kalau centilnya sedang kumat dan ia tak mau kuku hasil manikurnya rusak. Novel favoritnya sampai sekarang ini masih Harry Potter, sekarang ditambah serial Shopaholic dan Twiligh. Kecintaannya akan Disney dan impiannya untuk bertemu Prince Charming (eh, sekarang zamannya Edward Cullen ya) dan hidup bahagia selamanya masih belum pudar. Mendapat beasiswa keluar negri dan keliling dunia sebelum umurnya 30 tahun adalah ambisinya.